Minggu, 26 Desember 2021

Pintu Keluar

 

           Ternyata sulit ya menempatkan perasaan yang sesuai dengan ruang milik kita ? Mengira itu bisa terbentuk menyesuaikan, tapi malah jadi berantakan. Jangan menanyakan apa maunya, di awal pertemuan. Karena jika dia mendengarnya, maka akan dibentuknya semu dan segera pudar dimakan waktu. Maka rahasiakanlah, sampai dia menampakkan dirinya lalu kau bisa memberikan penilaian atasnya. Setelahnya, serahkan pada seleksi alam untuk mengerjakan kesehariannya.


            Tajam hatinya, hingga dapat melukai siapapun yang berupaya mendekati. Ya jangan heran karenanya, dia hanya sedang memastikan bahwa yang bisa mendapatkannya adalah yang benar-benar rela berdarah-darah untuknya. Selama ini, licin telinganya dengan kebiasaan pria yang menang dalam memilih sedang wanita berkemampuan menolak. Mau tidak mau, begitulah adanya. Maka siapkan hujat dan kecaman untuk dihunuskan atas kekesalan dari segala penolakan yang ada.


            Aku, tentu sudah tau.
            Karena ? itulah diriku.
            Kau saja yang masih pusing selama ini, terguncang heran menemuiku berbeda.
            Kau saja yang kebingungan mencari sebuah pengertian, apa dibalik ini semua ?
            Tenanglah, silahkan menepi. Maka sambil kutunjukkan sebelah sanalah pintu keluarnya.
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tercekat lidahku malam ini, satu pil ku teguk untuk menahan pelik di kepala Saat ini aku hanya sedang mengasihani diriku untuk tahun-tahun s...