Rabu, 05 Januari 2022

Rama untuk Tatiana

Mari kukenalkan padamu, seorang baik nan bermimpi besar

Mari sapa dia, Rama

Tidak banyak kata, berpapasan dan melihat senyumnya dari balik masker saja cukup menghangatkan perasaan yang tak beraturan ini

Lipatan kelopak mata yang ramah, seperti sedang mengatakan , "tetap bertahan ! sebentar lagi.. "

Menundukkan kepalanya sedikit, menghormati mereka yang juga melempar sapa kepada Rama

 

Menyebut namanya saja, mengingatkanku dengan suara kicau burung di pagi hari

untuk menyambut pergantian hari, yang menggembirakan hati

seperti suara alunan piano pagi

yang dimainkan seorang dengan banyak harapan dan semangat menjalani hidup untuk berbakti

kepada manusia lain yang telah menjaga dan menyayangi, penuh dengan rasa kasih

 

Rama,

Tak banyak yang tau kepalanya telah pusing setiap detik sepanjang hari

Menjalani kehidupan yang berat untuk diterima apalagi di amini

Namun sepertinya dia sudah hampir dekat dengan persimpangan jalan

Karena telah berani mendongak dan mulai melangkah pasti kepada suatu tujuan

 


Rama hampir tiba di ujung persimpangan,

Tak segan memberi tumpangan kepada Tatiana yang sepertinya tengah berlari lama menuju jalan yang sama

Membagi bekal, mengisi perutnya yang mulai hampa

Tentunya Tatiana bahagia, dan menawarkan hati untuknya

Rama mengambil dan menukar dengan satu miliknya

Kini mereka saling mengisi dan berbagi cerita disepanjang jalan menuju bahagia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tercekat lidahku malam ini, satu pil ku teguk untuk menahan pelik di kepala Saat ini aku hanya sedang mengasihani diriku untuk tahun-tahun s...