Mari kukenalkan padamu, seorang baik nan bermimpi besar
Mari sapa dia, Rama
Tidak banyak kata, berpapasan dan
melihat senyumnya dari balik masker saja cukup menghangatkan perasaan yang tak
beraturan ini
Lipatan kelopak mata yang ramah,
seperti sedang mengatakan , "tetap bertahan ! sebentar lagi.. "
Menundukkan kepalanya sedikit,
menghormati mereka yang juga melempar sapa kepada Rama
Menyebut namanya saja,
mengingatkanku dengan suara kicau burung di pagi hari
untuk menyambut pergantian hari,
yang menggembirakan hati
seperti suara alunan piano pagi
yang dimainkan seorang dengan
banyak harapan dan semangat menjalani hidup untuk berbakti
kepada manusia lain yang telah
menjaga dan menyayangi, penuh dengan rasa kasih
Rama,
Tak banyak yang tau kepalanya
telah pusing setiap detik sepanjang hari
Menjalani kehidupan yang berat
untuk diterima apalagi di amini
Namun sepertinya dia sudah hampir
dekat dengan persimpangan jalan
Karena telah berani mendongak dan
mulai melangkah pasti kepada suatu tujuan
Rama hampir tiba di ujung
persimpangan,
Tak segan memberi tumpangan
kepada Tatiana yang sepertinya tengah berlari lama menuju jalan yang sama
Membagi bekal, mengisi perutnya
yang mulai hampa
Tentunya Tatiana bahagia, dan
menawarkan hati untuknya
Rama mengambil dan menukar dengan
satu miliknya
Kini mereka saling mengisi dan
berbagi cerita disepanjang jalan menuju bahagia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar