Rabu, 05 Januari 2022

Kamu


Tegap dirinya, nampak siluet berdiri disana

Seorang asing yang tak kusangka sedekat ini

Semua kira menakutkan pribadinya

Kutemui hatinya sangat lembut dan sesekali mengajakku berdansa

 

Baru kali ini kumengenal sosok yang sangat berbeda

Beringas nampak dari luar, namun hangat terpancar jelas dari lubuk hatinya

Matanya tajam seperti elang sedang mencari buruan

Sekalinya kau mendengar suaranya memanggil,

Pastilah meleleh dirimu dibuatnya

 

Menutup hari, hampir saja tiba pagi

Kami berdua merapikan ruang bicara

Sesekali bola mata ini bertatapan tidak sengaja

Saat itulah merekah senyuman saling sapa

 

Memutar music kesukaan kita, melangkah sesuai irama

Setiap kali aku akan membilas gelas, kakinya berlari dengan segera,

Tangannya mendekat dengan sigap

“jangan.. biar aku saja” ucapnya sambil dikecup sedikit kening nan lebar ini

 

Baiklah,, aku mundur dan menarik kursi hijau itu

Memandanginya mencuci gelas dan sendok sambil menggerakkan pinggul ke kanan dan kiri

Aku tertawa terbahak melihatnya

Bagaimana tidak, seorang yang tegas dan menakutkan sedang menari menggemaskan dihadapanku

 

Itu saja kilas baik tentangmu

Sisi pahitnya tentu sudah kulupakan

Lagipula, aku yang menggagalkan tuaian kasih itu

Dengan sadar dan tanpa dipaksa

 

Akuu..

aku telah melakukannya

Karena merasa belum tepat saatnya dan terlalu baik dirinya

Untuk menemani aku yang kecil dan berupa kepingan ini

 

Jika kau tau, setiiap hari aku gelisah

karena mempertimbangkan bagaimana mengatakannya padamu

Setiiap hari aku berduka,

Karena merasa tak baik untukmu

 

Tapi.. sekian bulan yang telah berlalu dibawa angin timur

Ditengah malam memutar playlist dari ponselku

Terputarlah lagu ini,

Hatiku bergetar teringat dirimu

 

Teringat beberapa hal pertimbanganku

Menghentikan segalanya

Aku melakukannya dengan memaksa diri

Padahal tak benar-benar bersih meyakini

 

Kamu.. manusia terbaik yang pernah kukenal

Kamu.. nyaris tak ada hal buruk yang membuat pelik dalam kepala

Kamu.. segalanya yang baik, yang terlepas dari hatiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tercekat lidahku malam ini, satu pil ku teguk untuk menahan pelik di kepala Saat ini aku hanya sedang mengasihani diriku untuk tahun-tahun s...