Tegap
dirinya, nampak siluet berdiri disana
Seorang
asing yang tak kusangka sedekat ini
Semua
kira menakutkan pribadinya
Kutemui
hatinya sangat lembut dan sesekali mengajakku berdansa
Baru
kali ini kumengenal sosok yang sangat berbeda
Beringas
nampak dari luar, namun hangat terpancar jelas dari lubuk hatinya
Matanya
tajam seperti elang sedang mencari buruan
Sekalinya
kau mendengar suaranya memanggil,
Pastilah
meleleh dirimu dibuatnya
Menutup
hari, hampir saja tiba pagi
Kami
berdua merapikan ruang bicara
Sesekali
bola mata ini bertatapan tidak sengaja
Saat
itulah merekah senyuman saling sapa
Memutar
music kesukaan kita, melangkah sesuai irama
Setiap
kali aku akan membilas gelas, kakinya berlari dengan segera,
Tangannya
mendekat dengan sigap
“jangan..
biar aku saja” ucapnya sambil dikecup sedikit kening nan lebar ini
Baiklah,,
aku mundur dan menarik kursi hijau itu
Memandanginya
mencuci gelas dan sendok sambil menggerakkan pinggul ke kanan dan kiri
Aku
tertawa terbahak melihatnya
Bagaimana
tidak, seorang yang tegas dan menakutkan sedang menari menggemaskan dihadapanku
Itu
saja kilas baik tentangmu
Sisi
pahitnya tentu sudah kulupakan
Lagipula,
aku yang menggagalkan tuaian kasih itu
Dengan
sadar dan tanpa dipaksa
Akuu..
aku
telah melakukannya
Karena
merasa belum tepat saatnya dan terlalu baik dirinya
Untuk
menemani aku yang kecil dan berupa kepingan ini
Jika
kau tau, setiiap hari aku gelisah
karena
mempertimbangkan bagaimana mengatakannya padamu
Setiiap
hari aku berduka,
Karena
merasa tak baik untukmu
Tapi..
sekian bulan yang telah berlalu dibawa angin timur
Ditengah
malam memutar playlist dari ponselku
Terputarlah
lagu ini,
Hatiku
bergetar teringat dirimu
Teringat
beberapa hal pertimbanganku
Menghentikan
segalanya
Aku
melakukannya dengan memaksa diri
Padahal
tak benar-benar bersih meyakini
Kamu..
manusia terbaik yang pernah kukenal
Kamu..
nyaris tak ada hal buruk yang membuat pelik dalam kepala
Kamu..
segalanya yang baik, yang terlepas dari hatiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar