Suatu celah aku mengintip
Dirimu yg sedang kebingungan mencari dimana aku berada
Aku bersembunyi, menahan geligik tawa
Menutup sebagian muka dengan kedua telapak tangan
Mudah untukmu menemukan, sebaik apapun aku bersembunyi
Kamu peka dengan sesuatu yang kusebut “aku”
Iya.. pasti kamu heran mendengarnya bukan ?
Ini bukan bualan belaka, tapi memang benar bahwa kamu sangat peka perihal apapun
Yang berkaitan denganku
Dari kejauhan tanpa memberi pertanda,
matamu menerobos isi kepalaku
Seperti mengupas satu per satu isinya
Dan pasti selalu mendapat apapun yang kamu cari
Seringkali dibuat heran tanpa berkata-kata memahamimu
Caramu mengenaliku sangat halus dan terkesan berhati-hati
Ini memang tulisan seorang yang masih silau dengan cinta berbalasnya
Tentu saja yang akan dituliskan hanya bagian terindah dari sekian cerita
Hmm.. menuliskannya saja aku tersipu malu
Sempat beberapa saat pipiku meraih ronanya
Tentu tak bertahan lama karena akan aneh
Seorang sepertiku tersenyum sendiri ditengah malam tanpa angin tanpa hujan dan tanpa teman
Tau apa yang membuat ku masih melotot ketika kakimu selangkah berjalan menjauh ?
Adalah pengakuan setiap hari bahwa kamu menyayangiku
Bahwa kita adalah kenyataan
Dan juga kita adalah sebuah jiwa penuh dengan harapan baik dan luar biasa adanya
Sayang, pesanku hanya satu untukmu
Jaga dirimu baik-baik disana,
Kita akan memenangkan kompetisi ini
Denganmu.. matahari yang selalu menyengat menemani hari burukku
Denganmu…untuk melakukan catatan rundown acara kita berdua
Akan kupastikan tali sepatuku terikat dengan benar,
Agar kali ini tidak salah menginjak milikmu
Dan membuatnya sempoyongan menahan hidupmu
Akuu… menyayangi mu sampai nanti ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar